Pikiran itu liar seperti monyet dan sulit dikendalikan, bisa begitu cepatnya berubah, demikian yang sering saya baca di buku. Kalau kita yang pernah tahu tentang Si Kera Sakti , Sun Go Kong, itulah gambaran nyata tentang pikiran kita. Hebatnya lagi pikiran ini, walaupun kita duduk dalam ruang tertutup rapat dan kedap suara, ia dapat dengan bebas menembus kemanapun tanpa batas. Pikiran ini bisa menyelamatkan juga bisa menyesatkan jalan hidup kita.
Tergantung kemana mau diarahkan. Kalau pikiran ini belum terlatih, maka akan dengan mudahnya ia melayang-layang semaunya. Saat melihat wanita cantik apalagi pakaiannya seksi, mata sudah jelalatan dan pikiran tak karuan. Akhirnya, dengan pikiran ini pun _ maaf _ bisa melakukan perkosaan.
Saat kita mempunyai masalah orang lain dan timbul kebencian dihati, walaupun tidak menggunakan fisik, pikiran bisa dengan kejam melakukan pembunuhan. Banyak orang demi untuk melatih pikiran harus meninggalkan keduniawian, duduk bermeditasi didalam hutan. Tetapi itu dilakukan orang-orang dulu. Dalam keadaan hidup jaman sekarang semakin banyak tantangan yang bisa mengacaukan pikiran , seringkali dalam sekejap muncul pikiran-pikiran yang negatif, yang kalau tidak segera disingkirkan akan menjadi beban dan akhirnya diwujudkan dalam perbuatan. Oleh sebab ilmu mengendalikan pikiran ini masih belum terlatih, saya mencoba menggunakan satu cara, yaitu mengusirnya dengan senyuman.
Begitu pikiran liar dan negatif muncul, langsung saja saya mengeluarkan senjata senyuman itu. Seketika itu juga dunia terasa indah, mungkin bisa saja dikira orang gila, karena saya sering senyum sendirian. Tak apa dikira orang gila, karena jadi orang gila kok rasanya indah juga.
Begitu pikiran liar dan negatif muncul, langsung saja saya mengeluarkan senjata senyuman itu. Seketika itu juga dunia terasa indah, mungkin bisa saja dikira orang gila, karena saya sering senyum sendirian. Tak apa dikira orang gila, karena jadi orang gila kok rasanya indah juga.
Hari-hari hanya diisi senyuman dan tawa hahaha. . . . untuk mengetarkan dunia.
Dengan senyuman , pikiran jadi kosong seketika. Apakah semudah itu? Ya, apa susahnya tersenyum! Mungkin saja ada yang menertawakan_ syukurlah minimal sudah buat orang tertawa _ tapi yang jelas saya sudah merasakan manfaatnya. Saat-saat terasa beban berat dan akan timbul kemarahan, langsung ingat senyuman, syaraf langsung jadi kendur kemarahan menghilang. Bukankah itu sudah bermanfaat? Sampai-sampai saat menulis pun saya hiasi dengan senyuman. Benar-benar sudah gila ya?!
Pokoknya mari kita tersenyum, pasti dunia ini terasa indah, mau coba?
Gratis hari ini, kalau besok harus bayar senyuman ke saya!
Salam. . .
Salam. . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar